Ide dasar meningkatkan peranan generasi muda yang harus melewati pembentukan gudep teritori desa akhirnya direalisasikan dengan penelitian operasional (operation research). Tim peneliti di samping terdiri dari berbagai unsur terkait juga dari lembaga penelitian; dan tim ini bertugas mengadakan rintisan kegiatan sekaligus mengevaluasinya secara bertahap dan kontinu.
Secara metodologis penelitian operasional dikem-bangkan pada 32 desa di DIY; dan ini berarti sebanyak 32 gudep desa terbentuk pada tahap pertama. Pada sisi yang lain setiap gudep desa minimal memiliki 20 anggota yang begabung dalam kegiatan Saka Kencana, terdiri 10 anggota pria dan 10 anggota wanita. Itu berarti secara adminitra tif dalam tahap pertama sudah terkumpul sebanyak 640 pe-muda/pemudi yang tergabung dalam kegiatan Saka Kencana; sebuah potensi yang perlu dikembangkan.
Profil kependidikan para anggota gudep yang terga bung dalam kegiatan Saka Kencana ternyata sangat menarik dicermati, karena keanggotaannya diikuti oleh pemuda dan pemudi yang berpendidikan "hanya" SD sampai yang berpen-didikan tinggi, yaitu diploma dan sarjana. Secara lebih terinci diketemukan profil kependidikan keanggotaan sbb: anggota gudep yang berpendidikan SD sebanyak 1.2%, SMTP 23,8%, SMTA 67,6%, diploma 5,1% serta sarjana 2,3%. Data ini menunjukkan bahwa kegiatan Saka Kencana yang bersi-fat sosio-edukatif sanggup menarik minat masyarakat yang kurang berpendidikan sampai yang berpendidikan tinggi.
Copyrights © 1991