Minat beli konsumen terhadap makanan tradisional di Semarang mulai menurun karena banyak yang lebih memilih makanan modern. Hal ini menjadi masalah serius karena dapat menyebabkan hilangnya warisan budaya kuliner. Untuk mengatasi hal tersebut, pemasaran melalui food vlogger di TikTok dinilai sebagai solusi potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya pemasaran food vlogger terhadap minat beli makanan tradisional di Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara kepada tiga food vlogger serta beberapa konsumen makanan tradisional di Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya pemasaran para food vlogger bersifat informatif, kredibel, dan menghibur. Gaya ini terbukti efektif dalam menarik minat beli konsumen. Konsumen mengaku tertarik membeli makanan tradisional setelah menonton konten dari food vlogger. Selain itu, jumlah pengunjung ke tempat makanan tradisional yang diulas juga meningkat. Dengan demikian, gaya pemasaran food vlogger yang informatif, kredibel dan menghibur dapat meningkatkan minat beli terhadap makanan tradisional di Semarang.
Copyrights © 2025