Penelitian ini bertujuan mengevaluasi manajemen tanggap darurat tanah longsor di Objek Wisata Curug Cilember, Megamendung, Bogor, dengan menekankan peran masyarakat desa dan strategi optimalisasi berbasis ISO 45001. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan studi literatur dengan informan terpilih secara purposive. Hasil menunjukkan sistem tanggap darurat mencakup perencanaan lintas sektor, pelaksanaan pelatihan dan simulasi, serta evaluasi berkala. Pembahasan mengungkap faktor pendukung seperti keberadaan desa tangguh bencana dan hambatan berupa kurangnya koordinasi, keterbatasan dana, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Strategi optimalisasi mencakup penguatan komunikasi darurat, pelatihan rutin, peningkatan sarana evakuasi, dan penerapan prosedur ISO 45001. Kesimpulannya, sinergi antar pemangku kepentingan dan pendekatan berbasis komunitas sangat penting dalam menciptakan sistem tanggap darurat yang efektif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025