Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan hubungan antara status gizi dengan kemampuan menghafal Alquran pada santri pesantren di Kota Samarinda. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 150 santri sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia santri berkisar antara 12 hingga 17 tahun, dengan mayoritas pendidikan orang tua pada jenjang SLTA/SMA/SMK (69,3%) dan pekerjaan orang tua mayoritas sebagai pegawai perusahaan/swasta (53,3%). Status gizi santri mayoritas dalam kategori gizi normal (70,7%), sementara obesitas hanya ditemukan pada 4,7% santri. Kemampuan hafalan Alquran sebagian besar berada di bawah rata-rata (79,3%).Analisis statistik menunjukkan bahwa di Pesantren Ihya Ulumudin, tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kemampuan hafalan Alquran (nilai uji Somers’d approx.sig 0.26 > 0.05 dan nilai Value sebesar 0,07). Sebaliknya, di Pesantren Darul Falah, terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan kemampuan hafalan (nilai uji Somers’d approx.sig 0.03 < 0.05 dan nilai Value sebesar 0,23), meskipun hubungan ini tergolong sangat lemah.Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak adanya hubungan antara status gizi dan kemampuan menghafal Alquran di Pesantren Ihya Ulumudin, sedangkan di Pesantren Darul Falah terdapat hubungan yang sangat lemah. Diharapkan pihak pesantren dapat lebih mensosialisasikan pentingnya menjaga status gizi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan hafalan santri.
Copyrights © 2024