Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung dan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja melalui pendekatan collaborative governance. Latar belakang dari studi ini adalah tingginya angka pengangguran dan ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama antara BLK dan sektor industri telah dilakukan melalui penyusunan kurikulum bersama, pelaksanaan magang, serta Job Market Fair sebagai media penyaluran kerja. Strategi penempatan lulusan juga dilakukan melalui pelatihan berbasis kompetensi, penguatan soft skill, dan pembentukan jejaring kerja alumni. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan fasilitas dan keterlibatan dunia usaha yang belum merata, namun BLK Tulungagung telah menunjukkan peran aktif dalam menjembatani kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja lokal. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya regulasi yang lebih mendukung kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kualitas pelatihan vokasi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025