Landasan filosofis pada pengembangan kurikulum mengacu pada proses berpikir secara logis, sistematis dan menyeluruh karena pada hakikatnya berfilsafat itu melibatkan kegiatan berpikir sedalam-dalamnya. Hal ini dengan tujuan untuk mendapatkan hasil pemikiran sebuah konsep atau hal-hal yang sangat penting dan menyangkut kepentingan bersama. Kurikulum dalam perspkif filsafat dilihat dari beberapa aliran yaitu aliran filsafat perennialisme, aliran filsafat essensialisme, aliran filsafat progresivisme, aliran filsafat rekonstruksionisme sosial, aliran filsafat eksistensialisme, dan aliran filsafat post-modern (post-modernisme). Artikel ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian literature. Pengumpulan data diperoleh dari berbagai sumber literatur baik jurnal ilmiah, buku, e-book, serta hasil-hasil penelitian yang terkait dengan tema penelitian ini serta didukung dengan beberapa data observasi di lapangan. Pengembangan kurikulum membutuhkan filsafat sebagai acuan atau landasan berpikir. Kajian-kajian filosofis tentang kurikulum akan berupaya menjawab permasalahan-permasalahan sekitar; (1) bagaimana seharusnya tujuan pendididikan itu dirumuskan, (2) isi atau materi pendidikan yang bagaimana yang seharusnya disajikan kepada siswa, (3) metode pendidikan apa yang seharusnya digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan, dan (4) bagaimana peranan yang seharusnya dilakukan pendidik dan peserta didik.
Copyrights © 2025