Masalah rendahnya kunjungan posyandu dan status gizi balita masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di pedesaan Indonesia. Program Keluarga Harapan (PKH) melalui Family Development Session (FDS) bertujuan untuk mengubah perilaku ibu dalam praktik pengasuhan dan pemanfaatan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh partisipasi FDS terhadap kunjungan posyandu dan status gizi balita dengan pendekatan teori sosial kognitif dan analisis multilevel. Desain penelitian ini adalah kuantitatif cross-sectional, melibatkan 120 ibu balita di Desa Wonosari, Bondowoso. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran antropometri, lalu dianalisis menggunakan regresi multilevel. Hasil menunjukkan bahwa frekuensi dan kualitas partisipasi FDS berhubungan signifikan dengan keteraturan kunjungan posyandu (p = 0,002) dan status gizi anak (p = 0,007). Partisipasi FDS juga meningkatkan efikasi diri ibu dalam pengasuhan. Varians antar dusun menunjukkan pentingnya faktor komunitas dalam memoderasi hasil intervensi. Disimpulkan bahwa FDS efektif sebagai instrumen pendidikan perilaku kesehatan masyarakat jika dijalankan secara adaptif dan berkelanjutan. Diperlukan penguatan pelatihan kader, penyesuaian materi, dan integrasi lintas sektor untuk optimalisasi dampaknya.
Copyrights © 2025