Sekitar sepuluh tahun yang lalu telah diterbitkan dua judul buku tentang reformasi pendidikan (educational reform) yang sangat me-narik untuk kita cermati isinya. Buku yang pertama bernuansa Barat karena berisi konsepsi dan praktik reformasi pendidikan di negara-ne-gara Barat, utamanya di Amerika Serikat (AS); sedangkan buku yang kedua bernuansa Timur karena di dalamnya disertakan konsepsi dan praktik reformasi pendidikan di negara-negara Timur seperti Jepang, Republik Korea, Malaysia, dan sebagainya.      Buku yang pertama, Allies in Educational Reform (1989), di-tulis oleh Jerome M. Rosow dan Robert Zager, antara lain berisikan konsepsi reformasi pendidikan yang menuntut adanya kerja sama yang harmonis antara pengambil keputusan di tingkat atas dengan pelaksana pendidikan di tingkat bawah.       Di dalam satuan sekolah maka reformasi pendidikan hanya dapat berjalan sukses apabila ada kerja sama yang harmonis di antara pihak manajemen yang dalam hal ini adalah kepala sekolah dan tenaga admi-nistratif sekolah dengan pihak pendidik yang dalam hal ini adalah para guru sekolah. Tanpa adanya kerja sama yang harmonis antara kedua belah pihak maka tidak mungkin reformasi pendidikan bisa dijalankan dengan sukses. Tanpa adanya kolaborasi mutualistik di antara kedua pihak maka tidak mungkin reformasi pendidikan dapat diputar dengan berhasil.      Secara empirik Rosow dan Zager pun menuliskan kebenaran atas konsepnya tersebut dalam praktik pada sekolah-sekolah di negara-ne-gara bagian AS; antara lain dilaporkan apa yang telah dipraktikkan di The ABC Unified School dan The Killingsworth Junior High School (California), The Dade County Public School (Florida), The Duluth School (Minnesota), The Hammond School (Indiana), The Montgome-ry County Public School (Cincinnati), dan sebagainya.
Copyrights © 1999