Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan fisik, kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Pencegahan dapat dilakukan melalui pemenuhan gizi seimbang dengan pangan lokal, salah satunya daun kelor (Moringa oleifera) yang kaya protein, kalsium, zat besi, vitamin A, dan C. Namun, penerimaan daun kelor rendah bila disajikan tradisional. Inovasi pengolahan menjadi puding dinilai lebih menarik dan mudah diterima anak. Kegiatan di Posyandu Pinang Sebatang Barat melibatkan ibu balita dan kader posyandu melalui edukasi stunting, pembagian leaflet, serta pengenalan puding daun kelor. Hasilnya, pengetahuan peserta meningkat, leaflet diterima baik, dan puding mendapat respon positif karena rasa enak, tekstur lembut, serta disukai anak-anak. Hal ini mendukung penelitian sebelumnya bahwa inovasi pangan lokal berpotensi mencegah stunting. Puding daun kelor dapat menjadi alternatif pangan fungsional sekaligus media edukasi gizi di masyarakat.
Copyrights © 2025