Tata kelola Teknologi Informasi (TI) yang efektif merupakan faktor krusial dalam menunjang efisiensi operasional dan keberlanjutan layanan pada sektor transportasi publik. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), sebagai penyedia layanan transportasi berbasis rel, menghadapi tantangan dalam meningkatkan tata kelola TI agar selaras dengan standar industri dan regulasi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kematangan tata kelola TI di KCI menggunakan framework COBIT 2019 serta merumuskan strategi peningkatan yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik konten dan gap analysis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara kondisi eksisting dengan target kematangan. Evaluasi mencakup 22 domain COBIT 2019 yang terbagi dalam lima area utama: EDM, APO, BAI, DSS, dan MEA. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar domain berada pada tingkat Defined (Level 3) dengan rata-rata maturity level sebesar 3,27, menandakan proses telah terdokumentasi namun belum optimal. Beberapa kesenjangan yang diidentifikasi meliputi rendahnya tingkat automasi, keterbatasan kompetensi SDM, serta pengelolaan risiko TI yang belum sistematis. Strategi peningkatan yang diusulkan meliputi penerapan IT Service Management (ITSM), adopsi teknologi cloud, pelatihan dan sertifikasi COBIT 2019, serta penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam membantu KCI mencapai tata kelola TI yang lebih matang dan menjadi referensi pengembangan tata kelola TI di sektor transportasi lainnya.
Copyrights © 2025