Setelah usai dilaksanakannya tes tertulis Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) pada tanggal 18 dan 19 Juni 1996 yang lalu maka saat ini para kandidat mahasiswa baru PTN tengah menunggu hasil perjuangannya. Hasil UMPTN itu sendiri menurut rencana akan diumumkan kira-kira akhir Juli nanti.      Di saat-saat seperti sekarang ini para lulusan sekolah menengah pada umumnya dan peserta UMPTN pada khususnya mulai "berpaling" pada perguruan tinggi alternatif. Mereka mencari perguruan tinggi lain di luar PTN yang memberikan kemungkinan untuk merintis masa depannya melalui kelanjutan studi. Tujuannya; apabila nantinya tidak diterima alias ditolak masuk PTN karena gagal testing mereka telah menemukan perguruan tinggi alternatif. Maklumlah sampai se-karang ini PTN masih menjadi "university of choice" di negara kita; meskipun predikat ino makin lama terasa semakin mengendor.      Secara empirik kompetisi perebutan kursi PTN rellatif ketat; dan tahun ini meskipun jumlah peserta UMPTN cenderung menurun akan tetapi bukan berarti bahwa kompetisinya telah menjadi kendor. Saat ini satu kursi PTN rata-rata masih diperebutkan oleh enam atau tujuh kandidat;akibatnya lebih banyak peserta UMPTN yang gagal daripada yang berhasil masuk PTN. Mereka yang gagal lebih berkepentingan terhadap pemilihan perguruan tinggi alternatif.     Dalam mencari perguruan tinggi alternatif tersebut akhirnya PTS, Perguruan Tinggi Swasta, menjadi pilihan; meskipun banyak pula lulusan sekolah menengah yang semenjak semula sudah menjatuhkan pilihannya di PTS. Tentu saja PTS yang bonafide. Para kandidat mahasiswa ramai-ramai mencari informasi mengenai PTS. Kota-kota besar yang banyak mempunyai PTS seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Malang akhirnya menjadi pusat perhatian. De-mikian pula dengan beberapa kota besar di luar Pulau Jawa.
Copyrights © 1996