Kabar pendidikan yang sangat aktual yang sekarang menjadi topik pembicaraan di kalangan guru dan orang tua siswa, juga ma-syarakat luas pada umumnya, ialah tentang rencana pengembangan kurikulum sekolah kita. Adapun inti pengembangannya ialah dengan menambah jam mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah; khususnya di sekolah menengah.      Beberapa waktu yang lalu pimpinan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menginformasikan adanya rencana mengembangkan kurikulum sekolah, khususnya sekolah menengah, dengan menambahkan jam mata pelajaran Bahasa Inggris di dalamnya. Ada-pun harapan dari penambahan jam mata pelajaran ini adalah supaya para lulusan sekolah kita dapat berbahasa Inggris secara baik agar nantinya memiliki daya kompetisi yang lebih handal. Apabila lulusan sekolah kita dapat berbahasa Inggris secara lancar mereka sanggup berkompetisi dengan kompetitor-kompetitor dari manca negara dalam memperebutkan oportunitas di lapangan.      Rencana tersebut semakin menghangat dengan berakhirnya konferensi para menteri pendidikan di negara-negara ASEAN yang tergabung dalam South East Asia Minister of Education Organization (SEAMEO) beberapa hari yang lalu. Pasalnya, di dalam konferensi yang berlangsung di Denpasar tanggal 15 s/d 17 Februari 2000 itu, Teo Chee Hean selaku Presiden SEAMEO mengemukakan perlunya negara-negara ASEAN melakukan evaluasi terhadap kurikulum seko-lahnya masing-masing.      Lebih lanjut Teo menyatakan bahwa dalam menghadapi era di Milenium III ini negara-negara ASEAN perlu meninjau kembali kuri-kulum sekolah untuk disesuaikan dengan tuntutan kemajuan yang sangat pesat, khususnya dalam hal ini menyangkut tantangan globalisasi dan terjadinya revolusi informasi yang telah berdampak besar terhadap proses belajar mengajar di sekolah.
Copyrights © 2000