Gagasan penerapan lima hari sekolah mendapat banyak tantangan masyarakat; hal ini tercermin dari respon masyarakat itu sendiri baik yang dimunculkan atas nama individu, kelompok, maupun organisasi. Akhir-akhir ini bahkan banyak anggota masyarakat yang memberikan semacam warning terhadap gagasan lima hari sekolah.        Dalam pertemuannya dengan Mendikbud beberapa waktu lalu Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sempat menanyakan gagasan lima hari sekolah kepada Mendikbud; dan mendapat jawaban bahwa sampai kini belum ada keputusan apapun tentang pelaksanaan lima hari sekolah. Sekarang sedang diadakan uji coba (try-out) atas gagasan itu; dan keputusan mengenai pelaksanaan lima hari sekolah sangat tergantung pada evaluasi hasil uji coba. Beberapa Pimpinan MUI Daerah ada yang sudah menyatakan ketak-setujuannya terhadap gagasan lima hari sekolah. Beberapa unsur pimpinan Muhammadiyah pun secara terbuka menyatakan ketidak-setujuannya.        Lain lagi dengan Perguruan Nasional Tamansiswa dengan kebia-saannya yang low profile; Tamansiswa tak pernah menyatakan setuju atau tidak setuju, akan tetapi secara konkrit telah mengirim surat ke cabang-cabang di seluruh Indonesia untuk tidak (dulu) menerapkan gagasan lima hari sekolah sebelum ada keputusan lebih lanjut dari Majelis Luhur sebagai pimpinan pusat. Majelis Luhur sendiri sedang mempelajari efektivitas gagasan lima hari sekolah.
Copyrights © 1994