Pada umumnya para petani bawang merah di Indonesia cenderung menggunakan bawang merah bima brebes sebagai bibit. Padahal terdapat banyak varasi genotipe dalam bawang merah yang adaptif dan berdaya hasil tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya hasil tujuh genotipe bawang merah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan genotipe sebagai perlakuan. Terdapat tujuh genotipe yaitu, bima brebes (G1), bima curut (G2), biru lancor (G3), maja cipanas (G4), trisula (G5), bauji (G6), dan tajuk (G7) yang di ulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe berpengaruh nyata terhadap semua karakter, kecuali pada panjang daun, jumlah anakan, berat segar umbi, dan berat segar umbi per rumpun. Genotipe G3 memiliki pertumbuhan dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe lain, tapi secara statistik tidak berbeda nyata dengan genotipe G1. Genotipe G3 dan G1 berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki daya hasil yang tinggi. Kata kunci: Adaptasi, Keragaman, Materi Genetik, Pertumbuhan
Copyrights © 2024