ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1993: HARIAN BALI POS

TENTANG WAWASAN KEBANGSAAN

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 May 2010

Abstract

       Sudah menjadi kebiasaan bangsa Indonesia setiap datang hari kebangkitan nasional senantiasa diperingati dengan seksama dan penuh khidmat;  hal ini sangat wajar karena kebangkitan nasional telah disepakati oleh bangsa kita sebagai momentum yang sangat strategis dalam menum-buhkan wawasan kebangsaan Indonesia.          Secara historis memang harus diakui bahwa masalah perjuangan, persatuan dan kesatuan "bangsa" yang menan-dai adanya  wawasan kebangsaan memang sudah tumbuh subur di negara kita ini sejak berabad-abad yang silam; sejak Zaman Majapahit (abad ke-14) atau bahkan Zaman Sriwijaya(abad ke-7)  semangat "kebangsaan" tersebut telah mulai memercik, meskipun secara embrional. Tentu saja termino-logisasi "bangsa" dalam konteks ini harus diinterpretasi secara khusus.          Beberapa contoh dapat diangkat; perlawanan Sultan Agung dan Pangeran Diponegoro (Jawa),  Sultan Hassanudin (Sulawesi), Teuku Umar (Aceh), Pattimura (Ambon), Sisi-ngamangaraja (Batak),  dsb,  terhadap kaum penjajah yang terjadi  pada abad belasan menunjukkan adanya kesamaan wawasan; yaitu wawasan anti penjajahan.

Copyrights © 1993