Peristiwanya telah serta sungguh-sungguh terjadi; meskipun demikian sama sekali saya tidak bermaksud untuk mengirimkannya pada rubrik Sungguh-Sungguh Terjadi di pojok kanan-bawah halaman satu "milik" surat kabar yang tengah kita baca ini.      Peristiwa apa itu ....? Yeach, bayangkan! Sekolah yang sudah mempunyai gedung dan fasilitas yang memadai, memiliki guru tetap dan tenaga administrasi yang memadai pula, status formalnya pun diakui oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), bahkan lembaga ini pernah "mengakar" di hati masyarakat, tiba-tiba saja harus mengalami "musibah": sekolah itu hanya diminati oleh kurang dari 10 (baca: sepuluh) orang siswa baru.      Persoalannya adalah, apakah cukup efektif penyelenggaraan pendidikan yang diikuti oleh kurang dari 10 siswa; pada hal penyediaan sarana, fasilitas dan gurunya dapat dikonsumsi oleh lebih dari 100 siswa.      Itu hanya sebagian persoalan saja, masih banyak lagi persoalan lainnya yang lebih kompleks; antara lain bagaimana suatu sekolah tingkat SMTA dapat mempertahakan eksistensi dan perikehidupan akademisnya dengan "hanya" mengandalkan kurang dari 10 siswa. Banyak hal yang akan terpengaruhi oleh sedikitnya siswa itu: motivasi mengajar gurunya, kegiatan ekstra institusionalnya, dsb.
Copyrights © 1989