Penelitian ini untuk menganalisis pemikiran Baqir Al Sadr yang berbeda dengan pemikiran Ekonomi Islam lainnya, bagaimana Pemikiran Baqir Al Shadr dalam ekonomi islam tentang kelangkaan, konsep produksi dan peran pemerintah Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Buku-buku yang berhubungan dengan judul penelitian ini sebagai sumbernya. Pemikiran Baqir cenderung rasional dan banyak bersentuhan dengan filsafat dan sosiologi. Kariernya sebagai mujtahid mutlak dan kecerdasannnya terhadap banyak keilmuan, serta kemampuannya menyelami karya-karya pemikir Islam klasik maupun modern menghantarkannya menjadi seorang pemikir kontemporer yang memiliki dasar pijakan yang kuat, seperti ketika menanggapi pemikiran-pemikiran barat yang berkembang saat itu Baqir banyak mengutip dari Al-Qur’an, Hadits dan pendapat-pendapat imam Syi’ah. Meskipun berlatar pendidikan tradisional, Baqir responship terhadap isu-isu global, termasuk pada konsep kelangkaan sebagai permasalahan ekonomi, Baqir menyanggahnya dengan argumentasi Al-Qur`an surat Al-Furqan ayat 2 dan Surat QS. Al-Qamar: 49 . Menurut Baqir dalam berproduksi tidak cukup hanya aspek objektif saja yang dirumuskan dalam 3 pertanyaan mendasar ( The Three Fundamental Economic Problem) tapi juga harus dilengkapi dengan aspek subjektif yang berupa motifasi berproduksi, evaluasi aktivitas produksi dan keadilan menurut versi yang dianut. Pemikiran Baqir tentang multiownership, distribusi kekayaan preproduction dan postproduction merupakan konsep distribusi yang berorientasi keadilan. Peran pemerintah di antaranya harus mampu menciptakan lapangan kerja, jika tidak maka negara harus menjamin kebutuhan dasar masyarakatnya secara layak.
Copyrights © 2023