Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik terhadap kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berikir kritis siswa Kelas VII. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain The One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu memberikan tes kemampuan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Dari penelitian ini diperoleh rata-rata nilai kemampuan pemahaman konsep peserta didik sebelum (pretest) yaitu 37,19 yang dimana termasuk dalam kriteria sangat rendah dan nilai rata-rata kemampuan pemahaman konsep setelah (posttest) yaitu 80,71 yang termasuk kriteria tinggi. Kemudian nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis sebelum (ptetest) yaitu 44,29 termasuk kriteria rendah dan rata-rata kemampuan berpikir kritis setelah (posttest) yaitu 83,25 yang termasuk kriteria sangat tinggi. Untuk persentase keterlaksanaan pembelajaran yaitu 78,31% yang berada pada kategori baik sekali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa. Hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis yang menunjukkan probabilitas pemahaman konsep 0,044 0,05, sehingga tolak H0 dan terima H1. Begitu pula dengan kemampuan berpikir kritis bahwa model pembelajaran berbasis masalah dengan strategi heuristik berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis yang menunjukkan probabilitas berpikir kritis 0,001 0,05, sehingga tolak H0 dan terima H1.
Copyrights © 2023