Sungai Tebudak merupakan sungai yang berada di Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. Masyarakat Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas biasanya menangkap ikan untuk dikonsumsi. Ikan dokun (Barbodes lateristriga) termasuk salah satu spesies ikan hasil utama dari Sungai Tebudak, yang dijadikan sebagai ikan konsumsi, sehingga sering terjadinya aktivitas penangkapan yang berkelanjutan pada ikan ini. Lambat laun kondisi ini akan membuat ikan mengalami penurunan populasi jika tidak segera dilakukan pengelolaan dan pengembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan dokun di Sungai Tebudak. Penelitian ini dilakukan di Sungai Tebudak, Desa Pisak, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat pada bulan Maret dan April. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, survei, dan pengambilan secara langsung. Analisis data perbandingan jenis kelamin, panjang, dan berat dilakukan pada sampel ikan dokun. Hasil analisis hubungan panjang berat ikan dokun jantan berjumlah 25 ekor dan ikan betina berjumlah 35. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah ikan jantan yang tertangkap relatif sedikit dengan jumlah ikan betina yang tertangkap. Model hubungan panjang-berat ikan dokun jantan memiliki nilai b sebesar 1,412, sedangkan ikan betina memiliki nilai 1,839. Nilai tersebut merupakan pola pertumbuhan alometrik negatif untuk ikan jantan dan betina. Alometrik negatif menjelaskan bahwa pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Umumnya pertambahan panjang dan beratnya sama, namun ikan dokun memiliki pertumbuhan panjang yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan beratnya. Nilai rata-rata faktor kondisi didapat berdasarkan data keseluruhan antara ikan jantan dan betina, nilai faktor kondisi tertinggi terdapat pada ikan jantan sebesar 1,002, dan terendah pada ikan betina sebesar 1,000.
Copyrights © 2024