ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

KEBIJAKSANAAN DALAM SIPENMARU

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jun 2010

Abstract

       Menjelang diselenggarakannya Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) tahun ini, Depdikbud yang dalam hal ini melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi mengetangahkan beberapa kebijaksanaannya.       Baru-baru ini Dirjen Dikti, Prof. Dr. Sukadji Ranuwihardjo menegaskan bahwa lulusan SMTA  tahun 1982 dan sebelumnya tidak diizinkan lagi untuk mengikuti Sipenmaru. Mereka yang diperbolehkan adalah lulusan SMTA Umum tahun 1985, 1984 dan lulusan tahun 1983. Sedangkan bagi lulusan SMTA tahun 1982 dan sebelumnya dapat mengikuti pendidikan (tentunya kalau segala persyaratannya memenuhi) pada Universitas Terbuka (UT).       Lebih lanjut dikatakan bahwa lulusan SMTA 1982 sebenarnya sudah diberi kesempatan sebanyak 3 (tiga) kali untuk mengikuti testing masuk perguruan tinggi.  Kesempatan sebanyak 3 kali tsb,  dan gagal (tidak diterima pada Perguruan Tinggi Negeri) dapat dipandang telah memberikan indikator bahwa jalan yang ditempuh harus lain.       Disisi yang lain terdapat pula kebijaksanaan dalam kaitannya dengan hasil Ebtanas SMTA 1984/1985. Bagi lulusan SMTA 1984/ 1985 yang memiliki Nilai Ebtanas Murni (NEM) yang gemilang,  dengan nilai rata-rata delapan keatas, dengan cepat akan memperoleh bonus dalam penentuan ranking hasil testing Sipenmaru.

Copyrights © 1985