Demikian halnya ketika saya mendirikan kursus komputer. Gedung seperti yang telah saya bahas sebelumnya, dapat dilakukan dengan pembayaran di belakang. Kita membayar biaya sewa gedung setelah kita mempunyai uang sesuai dengan yang kita rencanakan. Fasilitas kursi juga dapat menggunakan sewa yang dapat dibayar di kemudian hari. Bahkan iklanpun juga dapat kita bayar di belakang. Saya beruntung dapat bekerjasama dengan Harian Kedaulatan Rakyat pada saat awal memulai bisnis. Harian ini membantu saya dengan memberikan fasilitas memasang iklan dengan dapat dibayar kemudian. Selain membagi brosur ke sekolah-sekolah, iklan salah satu andalan untuk mencari calon peserta kursus. Pada awalnya, saya hanya memasang iklan baris, karena biayanya murah, tetapi untuk membangun citra, kita butuh iklan yang tidak sekedar iklan baris, tetapi iklan untuk membangun brand, sekaligus dapat meningkatkan penjualan. Setelah saya selesai merancang iklan dengan menggunakan pertimbangan, antara lain sasaran yang dibidik, keunggulan produk kursus yang ditawarkan, strategi kreatif yang digunakan, daya tarik pesan yang memikat dan gaya eksekusi yang dipakai, maka desain tersebut saya bawa menuju kantor harian ini yang berada di Jalan Mangkubumi. Sesampainya di kantor, kemudian saya menanyakan di bagian penerima tamu, agar saya dapat bertemu bagian iklan untuk memasang iklan. Bagian penerima tamu tersebut mengantarkan saya bertemu dengan bagian iklan. Saya mengungkapkan keinginan saya untuk memasang iklan kepada bagian iklan tersebut. Bagian iklan dengan senang hati membantu saya. Pengalaman saya dalam melakukan negosiasi pembayaran dan besarnya biaya iklan inilah yang ingin saya bagikan. Perusahaan kecil ataupun perusahaan besar menginginkan agar iklan yang dipasang efektif, biayanya ringan dan kalau bisa dapat dibayar di kemudian hari. Saya juga mengingikan hal seperti itu. Langkah yang saya lakukan mencoba untuk menanyakan biaya iklan selama satu tahun beserta potongnya, âPak kalau saya pasang iklan ukuran 20 cm x 3 kolom, setiap hari selama satu tahun berapa Pak?â Kemudian petugas iklan tersebut menghitung dan dia menemukan nilai yang cukup besar ketika itu, ratusan juta rupiah. âKalau besarnya seperti ini, Pak Yanto dapat potongan istimewa, 70 %â kata petugas iklan tersebut. Dalam hati saya âluar biasa besar potongannya.â. âPasang iklannya satu tahun kan Pak Yanto?â Tanya petugas iklan. Saya terdiam sejenak, karena biayanya besar sekali, menurut saya pada saat itu, tetapi potongannya sangat menarik. âSaya pasang tiga bulan dulu ya Pak, tapi saya minta potongannya tetap 70 %â. Petugas iklan itu kembali menghitung, dengan kalkulatornya., kemudian ia menelpon pimpinannya âUntuk Pak Yanto. Tidak apa-apa, tapi ini setiap hari kan Pak?â. Saya terdiam sejenak, karena menurut saya masih besar sekali, apalagi mendirikan kursus komputer tanpa uang tunai., âSatu minggu dua kali dulu ya Pak. Tapi potongannya tetap 70 %?â. Petugas iklan itu kembali berkonsultasi dengan pimpinannya, sejak kemudian âYa.. boleh Pak.â Seperti biasanya kan Pak. Dapat dibayar setelah iklannya dimuatâ pinta saya. âYa. Pak Yanto, seperti biasanyaâ jawab petugas iklan tersebut. Pelajaran yang sangat menarik dari yang saya alami tersebut adalah untuk mendapatkan harga yang murah dilakukan dengan cara membeli dalam jumlah banyak lebih dahulu dan meminta potongan khusus, kemudian bertahap bernegosiasi dengan mempertahankan potongan tersebut, tetapi membeli dalam jumlah yang lebih kecil. Lebih dari itu dapat kita bayar di kemudian hari.
Copyrights © 2009