Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan biaya sekolah atas pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) di SMP Negeri 2 Depok dan SMP Muhammadiyah 3 Depok. Studi dilakukan dengan pendekatan kualitatif komparatif menggunakan metode activity-based costing untuk menghitung biaya satuan per siswa, serta wawancara mendalam dan tinjauan dokumen untuk mengkaji pengelolaan dan kecukupan dana BOSDA. Hasil menunjukkan perbedaan dan persamaan antara kedua sekolah. Perbedaan terletak pada jumlah dan jenis sumber dana, serta hasil selisih antara metode ABC dengan metode perhitungan sekolah. Di sisi lain, kedua sekolah menunjukkan persamaan berupa variasi biaya satuan antar jenjang dan program pendidikan, serta menerapkan tahapan penetapan biaya meliputi perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan. Praktik isomorfisme koersif ditunjukkan kedua sekolah melalui kepatuhan terhadap regulasi, dan isomorfisme normatif melalui partisipasi dalam bimbingan teknis serta pemenuhan kompetensi kepala sekolah. SMP Negeri 2 Depok menghadapi keterbatasan dana akibat ketergantungan pada sumber dana, sementara SMP Muhammadiyah 3 Depok lebih fleksibel secara finansial namun tetap menghadapi tantangan pengeluaran insidental. Temuan ini memberikan saran bagi pengambil kebijakan dan pengelola sekolah dalam mengalokasikan serta mengelola dana BOSDA secara lebih proporsional dan adaptif sesuai kebutuhan sekolah.
Copyrights © 2025