MASALAH ketenagakerjaan di negara kita makin lama terasa semakin kompleks; bukan saja karena bertambahnya tenaga kerja dari tahun ke tahun yang jumlahnya kian membengkak, akan tetapi kuga dikarenakan tuntutan disiplin ketrampilan dari lapangan kerja yang semakin lama semakin "canggih" saja.      Dari segi jumlah, setiap tahun tidak kurang dari dua juta pencari kerja yang berupaya dan berebut tempat untuk mengisi pos-pos kerja yang sangat terbatas jumlahnya. Tentu saja tidak akan mengejutkan kalau angka ini makin lama akan semakin membengkak jumlahnya, karena terbatasnya daya tampung lembaga pendidikan untuk setiap jenjang (kecuali pendidikan dasar) secara langsung telah berakibat pada meningkatnya pertumbuhan tenaga kerja.      Sedangkan dari segi disiplin ketrampilan, pada umumnya tenaga kerja kita belum memiliki disiplin ketrampilan yang kualitatif terhadap tuntutan lapangan kerja. Salah satu indikator yang pantas dipresentasikan adalah banyaknya tenaga kerja terpaksa "ditampik" oleh para pengguna karena kualifikasi dan relevansi disiplin ketrampilannya yang diragukan.      Untuk mengatasi masalah ini Depnaker, Departemen Tenaga Kerja mengadakan terobosan baru yang cukup "simpatik" dalam bentuk sistem latihan kerja nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas ketrampilan yang dimiliki oleh para pekerja kita yang pada umumnya masih tergolong "minim".
Copyrights © 1987