Ketidakberaturan struktur akibat tuntutan arsitektur, seperti perbedaan tinggi lantai yang signifikan, dapat menimbulkan kondisi soft story (ketidakberaturan vertikal tipe 1a) yang berisiko menyebabkan kegagalan pada kolom. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode retrofit kolom dalam mengatasi kondisi soft story. Tiga model dianalisis: (1) model eksisting dengan soft story pada lantai 1, (2) model 1 yaitu model eksisting dengan soft story pada lantai 1 dengan retrofit concrete jacketing, dan (3) model 2 adalah model eksisting dengan soft story pada lantai 1 dengan retrofit steel jacketing. Retrofit diterapkan pada kolom sisi terluar lantai 1, dengan analisis menggunakan metode respons spektrum pada sistem struktur Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Hasil analisis menunjukkan peningkatan kekakuan tingkat sebesar 26,12% pada model 1 dan 11,95% pada model 2, yang berhasil menghilangkan kondisi soft story. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas kolom yang ditunjukkan oleh penurunan nilai Demand to Capacity (D/C) Ratio masing-masing sebesar 4,11% dan 6,75%, serta peningkatan kapasitas aksial dan momen sebesar 58,58% dan 78,43% pada model 1, serta 273,11% dan 65,27% pada model 2.
Copyrights © 2025