Nabi Muhammad s.a.w. memberikan pelayanan hebat kepada pelanggannya. Djabir r.a. berkata : Rasulullah saw, bersabda :âAllah merahmati kepada orang yang ringan jika menjual atau membeli dan jika menagih hutang.â (Bukhari). Abu Qotadah r.a. berkata : Saya telah mendengar Rasulullah saw bersabda : Siapa yang ingin diselamatkan Allah dari kesukaran hari qiyamat harus memberi tempo pada orang yang masih belum dapat membayar hutang atau menguranginya (Muslim). Dari Hudzaifah r.a., katanya Nabi saw, pernah bersabda : âPara malaikat datang bertemu dengan ruh orang-orang yang sebelum kamu. Mereka bertanya, âAmal baik apa sajakah yang telah engkau laksanakan ?â Jawab orang itu, âAku pernah memerintahkan kepada para pelayanku supaya mereka memberi janji kepada orang miskin dan bersikap lapang kepada orang kaya.âLantas para malaikat itu memberikan kelapangan kepadanya (Bukhari). Dan juga Hudzaifah r.a. berkata: Ketika dihadapkan kepada Allah seorang hamba yang telah diberiNya kekayaan dan ditanya : âApakah yang kau lakukan terhadap harta kekayaan yang telah Aku berikan kepada kamu di dunia ?â Hudzaifah berkata : Dan mereka ketika itu tidak dapat menyembunyikan sesuatu apapun dari Allah. Maka jawab orang itu kepada Allah : âTuhanku saya dahulu telah mendapat karunia berupa harta, maka saya telah melakukan hubungan dagang dengan orang-orang dan kebiasaan saya memaafkan meringankan kepada orang kaya dan memberi tempo orang yang tidak punya. Maka Allah berfirman: âSaya lebih berhak daripadamu untuk demikian. Maafkanlah hambaKu, Keterangan ini disambut oleh Uqbah bin Amir dan Abu Masâud bahwa kedua orang ini telah mendengar keterangan itu dari Rasulullah s.a.w. (Muslim). Nabi Muhammad s.a.w. menjalin hubungan komunikasi (bermusyawarah) dengan baik agar tidak terjadi perselisihan antara orang melaksanakan jual beli. Dari Zaid bin Tsabit r.a. katanya âBiasanya pada masa Rasulullah saw orang banyak berjual beli buah-buahan, setelah tiba waktu memtik dan bayar membayar, sipembeli mengatakan : buah ini busuk, kena penyakit, layu dan macam-macam kerusakan yang mereka jadikan alasan. Ketika mereka bertengkar sudah demikian rupa, Nabi saw. Bersabda : âJika begitu, janganlah Tuan-tuan berjual beli sehingga telah nyata benar buah itu baik.â Selaku orang yang suka bermusyawarah (berkomunikasi secara demokratis), beliau memimpinkan hal itu karena banyaknya terjadi pertikaian antara sesama merekaâ (Bukhari). Nabi Muhammad s.a.w. menjalin hubungan yang bersifat pribadi. Dari Anas bin Malik r.a, katanya âPada suatu waktu ketika Nabi saw, sedang berada di pasar, seorang laki-laki memanggil beliau, katanya, âHai, Abu Qasim !â Nabi saw, melenggong kepadanya. Maka kata si laki-laki tadi. âSaya memanggil orang ini.â Sabda Nabi saw. : âBerilah nama dengan namaku, tetapi jangan kamu bergelar dengan gelarku.â
Copyrights © 2008