ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1999: MAJALAH PUSARA

MENGEVALUASI PELAKSANAAN EBTANAS

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 May 2010

Abstract

       Pada awal s/d pertengahan Mei nanti  pemerintah yang dalam hal ini departemen pendidikan akan kembali menggelar aktivitas rutin ta-hunan di sekolah-sekolah,  baik negeri maupun swasta, yang berupa kegiatan evaluasi belajar tahap akhir tingkat nasional,  atau yang oleh masyarakat lebih dikenal dengan sebutan Ebtanas.  Dari sisi historis Ebtanas yang diadakan setiap tahun sudah dilaksanakan sejak tahun 1984;  dengan demikian dalam sejarahnya sudah 15 kali sekolah-seko-lah di Indonesia melaksanakan rutinitas akademik tersebut.        Di dalam mengarungi perjalanan  yang lima belas tahun  tersebut ternyata banyak sekali pengalaman-pengalaman berkaitan dengan pe-laksanaan Ebtanas,  baik pengalaman yang manis maupun yang pahit. Terjadinya peningkatan motivasi belajar anak didik di banyak sekolah, terjadinya kompetisi yang sehat antarsiswa dalam berprestasi, adanya rasa syukur di kalangan orang tua karena lebih mudah mencarikan ke-lanjutan studi bagi anaknya, merupakan bagian dari pengalaman manis yang berkait dengan pelaksanaan Ebtanas.       Bagaimana dengan pengalaman pahit? Sudah barang tentu banyak pula! Prestasi belajar anak didik yang mengecewakan,  peraihan Nilai Ebtanas Murni (NEM) yang pada umumnya rendah untuk kebanyakan bidang studi di semua satuan pendidikan, terjadinya manipulasi NEM di beberapa tempat,  kebocoran soal yang terjadi pada banyak sekolah dan pengobyekan kegiatan akademis pada oknum-oknum guru adalah contoh dari pengalaman pahit tersebut.       Memang harus diakui  bahwa setiap sistem atau metode  di dalam dunia pendidikan, termasuk sistem atau metode evaluasi belajar seperti halnya Ebtanas, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Memiliki nilai plus dan minus.  Dengan demikian wajarlah pengalaman manis dan pahit senantiasa mengiringi perjalanannya.

Copyrights © 1999