"Jamu yang berkhasiat pahit rasanya", demikianlah pepatah Cina yang relevan untuk melukiskan betapa sulitnya membuat kemasan audio-visual bagi program-program pengajaran yang mendidik sekaligus menarik. Memang, membuat film yang mendidik itu tidak mudah, membuat program yang menarik juga tidak gampang; akan tetapi lebih tidak gampang lagi membuat program-program audio-visual yang mendidik sekaligus menarik.        Kenyataannya problematika itulah yang sampai kini dihadapi oleh Televisi Pendidikan Indonesia (TPI); yaitu membuat program-program pengajaran yang secara material berisi (berkhasiat) serta secara medional dapat menarik pirsawan untuk mengikutinya (tidak pahit). Di sekeliling kita banyak jamu yang manis namun kurang berkhasiat, dan banyak jamu yang berkhasiat namun kurang manis. Bagi TPI sekarang banyak program pengajaran yang secara material sangat bagus tetapi secara medional kurang menarik, atau sebaliknya program pengajaran yang secara medional cukup menarik tetapi secara material kurang berisi. Relatif sedikit program pengajaran yang materinya padat berisi sekaligus penyajiannya menarik.        Dalam kapasitasnya sebagai lembaga pertelevisian yang mengemban misi utama pendidikan, termasuk didalamnya pengajaran, maka TPI mau tidak mau harus dapat menyajikan program-program pendidikan, khususnya pengajaran, yang materinya memang padat berisi serta dari sisi media memang menarik minat pemirsanya (interestable).
Copyrights © 1993