Kalau dikumpulkan terdapat belasan bahkan puluhan pengertian atau pun definisi kompetensi. Kalau kita buka âOxford Advance Learnerâs Dic-tionary of Current Englishâ (1995) halaman 232, di sana terminologi kompetensi dideskripsi sebagai kapasitas, keterampilan, atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan benar dan secara efisien, atau suatu lingkup kemampuan seseorang atau suatu kelompok           Apa pun definisinya, kompetensi berkait erat dengan spesifikasi pekerjaan. Menurut Kreitner dan Knicki (2000), untuk situasi keterlibatan individu dalam organisasi, kompetensi yang dituntut adalah kemampuan berkomunikasi verbal, inisiatif, kemampuan memutuskan, toleransi, peme-cahan masalah, dan kemampuan menyesuaikan diri. Selanjutnya terkait dengan deskripsi kompetensi sebagai tingkah laku unjuk kerja (tasks performed), penguasaan materi dan pengetahuan berhubungan dengan tingkah laku unjuk kerja tersebut dan dapat dikatagorikan menjadi 4(empat) tingkat, yaitu: (1) pemula (novice), (2) menengah (intermediate), (3) lanjut (advanced), dan (4) ahli (expert). Semua ini dapat dibaca di dalam naskah, âHakikat Kompetensi dan Kemampuan Pemecahan Masalahâ yang dapat diakses dalam situs http;// network.realmedia.com.          Setiap ahli biasanya membuat definisi sendiri mengenai kompetensi, setidak-tidaknya membuat pengertian tentangnya. Belum lagi kalau dilihat deskripsi kompetensi dari kamus ke kamus; terkadang antara kamus yang satu dengan yang lain memiliki deskripsi yang berbeda. Sama-sama kamus terbitan Amerika Serikat (AS) atau Inggris saja tidak jarang membuat des-kripsi kompetensi yang berbeda; demikian pula halnya dengan kamus yang sama-sama terbitan Indonesia.  Perbedaan seperti tersebut di atas kiranya wajar-wajar saja sepanjang kita tepat dalam menerapkannya; maksudnya menerapkan deskripsi kompe-tensi tersebut dalam konteks yang tepat.
Copyrights © 2007