Memang ada benarnya: wajah pendidikan di negara kita dewasa ini sedang "pucat", bahkan beberapa "coreng-moreng" masih nampak disana-sini. Kurikulum, efektivitas pembelajaran, evaluasi pengajaran, birokrasi sekolah, pemantaban silabi untuk mengantisipasi perkembangan ilmu dan teknologi, kualitas dan kuantitas guru, optimalisasi media, dsb adalah merupakan problematika "rumah tangga" klasik yang hampir tidak pernah mendapatkan penyelesaian secara tuntas.      Problematika "rumah tangga" ini terasa kian pelik manakala masing-masing para yang berkepentingan mencoba menawarkan ide atau alternatif dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Sulitnya membuat keterpaduan antara ide atau alternatif yang satu dengan yang lainnya telah berakibat pada semakin kompleksnya persoalan-persoalan intern lembaga pendidikan di negara kita. Sementara itu masalahnya itu sendiri seringkali justru tidak sempat mendapatkan "jalan keluar" atau penyelesaian yang "apik" dan tuntas.      Keadaan tersebut diatas tentunya tidak mengurangi "hormat" kita terhadap para ahli, pengamat dan birokrat akademik yang senantiasa berusaha keras untuk memajukan dunia pendidikan di tanah air.      Tidak pernah terselesaikannya secara tuntas masalah-masalah pendidikan ini sebenarnya juga sesuai dengan sifat pendidikan itu sendiri yang merupakan suatu proses yang tidak pernah selesai (never ending process).
Copyrights © 1987