Dalam beberapa tahun terakhir ini mungkin tidak ada negara di Asia-Pasifik yang segencar Australia dalam mengkampanyekan sistem dan pelayanan pendidikannya. Pada kenyataannya Australia termasuk negara yang berkeinginan kuat untuk menjadi pusat pendidikan di kawasan Asia-Pasifik. Keinginan yang kuat ini dimanifestasikan salah satunya dengan cara mengadakan kampanye pendidikan (educational campaign) di manca negara yang dianggap potensial untuk mendukung keinginannya itu, termasuk Indonesia.        Bila kita perhatikan di Indonesia sendiri boleh dikatakan hampir setiap hari ada koran atau majalah yang memuat informasi dan/atau promosi pendidikan di Australia; demikian pula dengan pertemuan-pertemuan ilmiah dan pertemuan-pertemuan informatif tentang sistem dan pelayanan pendidikan di "Negara Kangguru" tersebut. Ini semua merupakan bagian dari kampanye pendidikan Australia.        Sudah barang tentu kampanye tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia akan tetapi juga dilaksanakan di negara-negara Asia-Pasifik      lain yang dianggap potensial sebagai "market"; katakan seperti misal-nya Malaysia, Singapura dan Hongkong. Di Singapura misalnya, di samping kampanye pendidikan dilakukan melalui media (koran, maja-lah, dsb.) dan komunikasi langsung (pertemuan, pameran, dsb.), juga dilaksanakan dengan cara membuka "sekolah australia" di Singapura; baik di tingkat primary maupun secondary.
Copyrights © 1995