Seorang negarawan dan religis dari India, Mahatma Gandhi, pernah menyatakan "woman is the mother of man". Wanita adalah ibunya kaum pria; demikian kira-kira terjemahan bebas atas kalimat tersebut. Apa yang dinyatakan oleh Gandhi ini mengandung makna yang cukup dalam; yaitu sedemikian tingginya penghargaan beliau terhadap kaum wanita pada umumnya dan kaum ibu pada khususnya.        Apabila kita sempat menelusuri perjalanan sejarah manusia dari masa ke masa memang sejak semula terdapat kelompok manusia di bumi ini yang sedemikian mengagung-agungkan wanita; di samping ada pula sekelompok lainnya yang kurang menghargai kaum yang "lemah" ini. Munculnya mitos di Yunani tentang dewa-dewa wanita yang sangat di-hormati (misalnya Dewi Fortuna, Dewi Minerva, Dewi Venus, dsb) menandakan sedemikian diagungkannya kaum wanita. Di dalam kebudayaan Mesir kuno terdapat Tuhan-Tuhan wanita; di negara lain kita mengenal Dewi Kuan Him; bahkan di Indonesia, khususnya di Jawa, kita mengenal Dewi Sri serta Nyai Roro Kidul. Secara langsung maupun tak langsung hal itu menyiratkan adanya penghormatan terhadap wanita.        Bagaimana dengan kelompok yang kurang menghargai kaum wanita, terutama kaum ibu? Ada pula; dalam sejarah kuno bangsa Nomad di Arab, yang dikenal dengan zaman ja-hiliyah, maka eksistensi wanita bukan saja kurang diakui akan tetapi cenderung dilecehkan. Anak wanita dibunuh, gadis-gadis diperkosa, dan ibu-ibu sekedar dijadikan pemuas duniawi saja. Itulah sejarah buram kaum ibu.
Copyrights © 1992