Apakah di antara warga masyarakat kita yang sudah aktif ber-KB saat ini belun ada yang dapat diklasifikasikan kedalam kategori mandiri penuh? atau, sejauh mana tingkat kemandirian masyarakat dalam ber-KB dewasa ini? Apakah tingkat kemandirian-nya masih sangat rendah, atau sudah cukup tinggi?      Pertanyaan lain yang tidak kalah pentingnya ialah sejauh mana dukungan masyarakat kota dan masyarakat desa terhadap program KB Mandiri? Sejauh mana faktor pendidikan dapat berpe-ran didalamnya? Dsb.      Untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas secara empiris maka penulis bersama-sama dengan peneliti lain mengadakan penelitian tentang tingkat kemandirian para peserta keluarga berencana di Daerah Istimewa Yogyakarta.       Tidak kurang dari 200 pasangan peserta keluarga berencana dijadikan subyek dalam penelitian ini, suatu jumlah yang kiranya sudah lebih dari cukup untuk sekedar melukiskan "sosok" tingkat kemandirian ber-KB pada masyarakat Yogyakarta, dengan mengi-ngat bahwa penelitian ini merupakan "kelanjutan" daripada penelitian terdahulu yang sekitar dua bulan sebelumnya kami lakukan di salah satu kabupaten lainnya.
Copyrights © 1988