Gereja sebagai bagian integral masyarakat tidak bias dilepaskan dari dinamika sosial, ekonomi dan budaya sekitar. Dalam konteks ini gereja sebagai institusi yang memiliki dimensi sosial spiritual memegang peranan strategis dalam mendampingi dan memperkuat jemaat untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Salah satu betuk konkret dari kontribusi gereja adalah dengan mendorong pengembangan budidaya tanaman nilam yang memiliki nilai ekonomis tinggi melalui produksi minyak atsiri. Di titik ini teologi misi menemukan relevansinya dalam hal misi gereja yang tidak hanya terbatas pada kata-kata melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata. Artikel ini membahas tentang misi gereja yang berkontekstual menurut lensa pemahaman dari Lesslie Newbigin yang memahami bahwa misi tidak hanya dipahami sebagai penyebaran pesan keselamatan secara spiritual melainkan harus mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia secara menyeluruh termasuk dalam menempuh strategi untuk merespon pergumulan jemaat yang ada di GMIM Bethel Seretan. Fokus utama terletak pada bagaimana gereja mewujudkan misi yang kontekstual melalui pemberdayaan nilam. Tujuan tulisan ini untuk menganalisis bagaimana misi gereja dapat berfungsi sebagai agen pemberdayaan ekonomi jemaat melalui sektor pertanian berbasis nilam. Dengan menggunakan pendekatan integratif antara teologi misi dan realitas pemberdayaan nilam, maka dari penelitian ini menyajikan tentang korelasi teologi misi menurut Lesslie Newbigin dengan pemberdayaan pertanian nilam di GMIM Bethel Seretan.
Copyrights © 2025