Penelitian ini membahas pengaruh Shema dalam tradisi Yahudi terhadap sejarah dan aktivitas gereja Kristen hingga saat ini. Yesus mengungkapkan bahwa Allah yang satu dalam Perjanjian Lama adalah Allah bagi semua orang, baik Yahudi maupun non-Yahudi yang beriman kepada-Nya. Shema dan instruksinya juga mengatur para pengikut yang memasuki Perjanjian Baru. Meskipun meninjau dua ribu tahun sejarah Kristen adalah tugas besar, penelitian ini menyoroti bagaimana gereja Kristen memelihara Shema dan menempatkan orang tua sebagai pengaruh utama dalam pewarisan iman. Shema merupakan disiplin ilmiah yang signifikan dalam membentuk spiritualitas individu sejak usia dini. Perjalanan sejarahnya menarik untuk dieksplorasi, terutama dalam penerapannya di masa kini. Artikel ini meninjau sejarah panjang Shema, mulai dari Yudaisme, Gereja Awal, hingga Gereja Modern, serta menyajikan pesan implisit yang relevan dengan dunia Kristen modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka.
Copyrights © 2024