ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT

BENARKAH PENDIDIKAN KELUARGA TERABAIKAN ?

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2010

Abstract

       Pemerintah dan masyarakat boleh saja membangun gedung-gedung sekolah yang megah,  boleh saja mengisinya dengan per-alatan yang serba sophisticated,  boleh saja mempekerjakan guru-guru yang profesional, dan juga boleh saja membuat sistem pendidikan yang serba canggih; akan tetapi tidak boleh dilupakan bahwa pusat pendidikan yang paling utama bagi sang anak adalah keluarga.        Oleh karena begitu pentingnya pendidikan keluarga bagi sang anak maka seharusnya pendidikan keluarga dapat dilaksanakan seefektif mungkin.        Konsep pendidikan keluarga yang "disodorkan" oleh tokoh pendidikan nasional kita Ki Hadjar Dewantara, yang seandainya beliau masih "sugeng" maka tanggal 2 Mei 1989 ini usianya genap satu abad,  telah diakui oleh para pakar pendidikan kita;  bahkan oleh para pakar pendidikan dari berbagai manca negara.       Interaksi antar personal di dalam sebuah keluarga memang bersifat spesifik:  bersifat emosional (dalam konotasi positif),  akrab, tidak formal, tidak birokratis, namun penuh harapan. Situasi yang demikian telah memikat sekaligus mengikat sang anak untuk mengembangkan potensi dan kepribadiannya.

Copyrights © 1989