Prosesi seleksitas kandidat mahasiswa baru pada perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia periode tahun 1990 kali ini boleh dikatakan sebagai "setengah selesai"; dari persiapan sampai ujian tertulisnya sudah dilaksanakan, tinggal pengumuman hasilnya saja yang masih harus menunggu waktu.      Kiranya tidak ada yang istimewa dalam pelaksanaan ujian tulis seleksi tahun ini kalau dibandingkan dengan pelaksanaan ujian tahun-tahun sebelumnya; kecuali pada bentuk "kemasan"-nya yang sedikit mengalami perubahan, kalau dulu sistem seleksi dikemas dalam bentuk SIPENMARU maka dalam dua tahun terakhir ini dikemas dalam bentuk UMPTN, Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri.      Suasana kompetisi untuk memperebutkan kursi belajar pada ujian tulis periode ini masih saja sangat tajam sebagaimana yang terjadi pada periode yang sebelumnya. Setiap kursi belajar pada PTN rata-rata diperebutkan oleh enam atau tujuh kandidat.      Sebagai ilustrasi: ujian tulis tahun 1986, 1987, dan 1988 secara berturut-turut diikuti sebanyak 586.431, 451.627 dan 423.455 kandidat; masing-masing untuk memperebutkan sekitar 70.000 sampai 90.000 kursi belajar pada PTN. Sementara itu ujian tulis UMPTN tahun 1989 dan 1990 kali ini pun diikuti oleh jumlah kandidat yang hampir sama besarnya dengan jumlah perebutan kursi belajar yang hampir sama besarnya pula. Daya tampung UMPTN 1990 kali ini memang sedikit lebih besar, akan tetapi angka kenaikannya masih sangat terbatas.
Copyrights © 1990