Perjalanan pasca merdeka bangsa Indonesia yang sudah setengah abad lamanya mengalami romantika kultural yang berkorelasi secara simetris-resiprokal terhadap dinamika pendidikan nasional. Perjalanan kultural pasca kemerdekaan bangsa kita yang penuh dengan romantika benar-benar telah berjalan seiring serta saling sapa dengan perjalanan pendidikan nasional yang penuh dinamika.        Pelaksanaan pendidikan nasional Indonesia pasca kemerdekaan telah mampu meningkatkan etos didik masyarakat. Secara kuantitatif angka-angka pendidikan kita senantiasa telah meningkat dari tahun ke tahun; antara lain angka partisipasi pendidikan SD, SLTP, SM dan PT yang masing-masing angkanya kurang dari 10% di awal kemerdekaan maka sekarang ini telah berhasil ditingkatkan menjadi 94% (SD/MI), 53% (SLTP), 42% (SM), dan 10% (PT). Secara kualitatif meskipun masih jauh dari optimal ternyata pendidikan nasional telah menghasilkan putra-putra bangsa yang bertakwa serta mampu menguasai ilmu dan teknologi secara memadai.        Pelaksanaan pendidikan nasional kita yang dinamis terbukti telah mampu menghantarkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mengu-asai teknologi; hal ini bisa dibuktikan dengan telah dibuatnya berbagai produk teknologi madya dan teknologi tinggi. Telah diluncurkannya kapal Palindo 500-1 serta pesawat N-250 buatan putra-putra bangsa oleh Presiden RI Soeharto secara tak langsung menandai keberhasilan pelaksanaan pendidikan nasional yang telah menghantarkan bangsa ini sebagai bangsa yang menguasai teknologi; meski belum secara optimal dan merata.
Copyrights © 1995