Jurnal Ketahanan Nasional
Vol 16, No 1 (2011)

Konsepsi Menjadi Katolik Yang Nasionalie (Studi Tentang Umat Katolik Di Gereja Paroki St. Perawan Maria Diangkat Ke Surga Katedral Jakarta)

CB Mujianto Armaidy Armawi (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Dec 2016

Abstract

Saat ini semangat nasionalisme bangsa Indonesia cen­derung mengalami degradasi. Hal ini dapat dibuktikan de­ngan fakta-fakta yang memberikan gambaran perilaku­perilaku anak bangsa yang kontraproduktif bagi tumbuhnya solidaritas kebangsaana dengan sikap-sikap dan perilaku egois, masa bodoh, curiga kepada kelompok lain, kurang empati terhadap nasib rakyat. Perilaku tersebut antara lain: Pertama masalah korupsi yang telah mengakar kuat men­cengkeram kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan fenomena korupsi dan cenderung menerimanya sebagai bagian dari realitas keindonesiaan. (Karman, Kompas, 10 April 2010). Kedua aksi para teroris dengan aksi pengeboman di Indone sia merupakan peristiwa kontraproduktif bagi tumbuhnya solidaritas kebangsaan. Pelaku teroris adalah anak-anak bangsa sendiri yang dengan dalih kemurnian agama, menye­diakan diri menjadi martir untuk mengacaukan negara. (Adam, 2008: 100). Ketiga masalah penghormatan terha­dap lambang-lambang negara, yaitu ketika lagu Indonesia Raya lupa dinyanyikan dalam acara kenegaraan di Gedung DPR RI 14 Agustus 2009. Hal ini memberikan gambaran bagaimana bangsa ini rapuh dalam mencintai. Mencintai dan menghormati lambang-lambang negara merupakan salah satu sikap yang harus dijunjung oleh setiap warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Media TV, 14 Agustus 2009 dan 5 Februari 2009). Keempat masih adanya warga bangsa yang in gin memisahkan din dari NKRI, sebagaimana ditunjukkan dari masih eksisnya gerakan separatis (OPM) di wilayah Indonesia bagian timur (Papua).

Copyrights © 2011