Membaca problematika sosial untuk mendapatkan keragaman masukan yang maksimal yang dapat dijadikan basik dan landasan pemikiran untuk menghasilkan satu keputusan yang bijak itu bukan pekerjaan yang sangat mudah.Dengan adanya dimensi dan kepentingan yang berbeda, serta kemampuan intelektual masing-masing individu yang bertangga seringkali menyebabkan kebijakan yang diambil oleh orang pertama sulit diterima bahkan sulit dimengerti oleh orang kedua, orang ketiga, keempat dan seterusnya.Keadaan demikian memberikan peluang untuk menimbulkan polemik diantara orang-orang yang terlibat, baik terlibat secara langsung maupun lewat perantara. Apalagi bila orang-orang tersebut berada pada iklim demokrasi. (Beruntung kita hidup di negara Demokrasi Pancasila yang selalu berusaha menghindarkan diri dari polemik yang berlebihan yang menjurus kepada konflik sosial yang mendalam).Demikian pula yang terjadi dinegara kita, kalau beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan gagasan mentahnya Pak Nugroho tentang The Best Ten yang sempat mengundang berbagai reaksi, kini kita dihadapkan pada satu konsep baru lagi tentang Pra Seleksi di SMA dalam kaitannya dengan persiapan masuk keperguruan tinggi.
Copyrights © 1983