Karya tari Golek berpijak pada tari tradisi gaya Jawa Timur dengan cerita rakyat Panji Semirang. Konflik dalam cerita Panji Semirang mengenai perebutan hadiah yang diberikan oleh Panji Asmara Bangun kepada Galuh Candra Kirana dan saudara tirinya Galuh Ajeng menjadi ide penciptaan karya tari Golek. Karya tari Golek diciptakan oleh Rastra Bagas Prakoso. Penelitian artistik ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengungkap dua masalah yakni: (1) bentuk tari Golek karya Rastra Bagas Prakoso dan (2) Rangkain penciptaan karya tari Golek oleh Rastra Bagas Prakoso. Adapun teori yang dipakai untuk membahas wujud karya merujuk pada teori Sri Rochana W., sedangkan untuk menjelaskan proses penciptaannya, digunakan teori dari Alma Hawkins. Hasil penelitian menunjukan karya tari Golek terdiri dari bentuk fisik dan ungkap. Bentuk fisik yang digarap berpijak dari gerak tari Jawa Timur yang terinspirasi oleh gerak boneka diwujudkan pada gerak yang patah patah gerak boneka yang lucu, sedangkan bentuk ungkap lebih ke rasa jenaka, lucu, ceria. Iringan musik keroncong dipilih untuk mengiringi kaya tari, proses garap tari golek melalui dari proses yang memaparkan penciptaan karya tari melalui eksplorasi, improvisasi dan komposisi. Eksplorasi lebih banyak dilakukan untuk menciptakan gerak tari kontemporer yang berbasis tradisi dalam betuk visual yang unik.
Copyrights © 2025