Jumlah nominal pembayaran pada PTS, Perguruan Tinggi Swasta, atau besarnya tarikan uang oleh PTS selalu saja menjadi bahan pembicaraan yang hangat untuk setiap pergantian tahun akademik, lebih-lebih pada saat masyarakat kecewa karena putera-puterinya gagal menempuh Sipenmaru (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) pada PTN, Perguruan Tinggi Negeri.        Pada saat-saat yang demikian, sesaat setelah putera-puterinya gagal menempuh Sipenmaru PTN, biasanya sebagian besar anggota masyarakat mulai berpaling dan berkepentingan langsung pada PTS.       Masih relatif sedikit anggota masyarakat yang mengadakan kontak langsung dengan PTS sebelum Sipenmaru PTN diumumkan secara resmi oleh pemerintah. Hal ini kiranya wajar dan bisa dimaklumi mengingat strategi masuk perguruan tinggi yang dipunyai, khususnya para calon mahasiswa baru itu sendiri, masih sangat terbatas. Disamping itu masih ada masalah lain yang sangat berperan, ialah masalah nominal dana pendidikan bagi perguruan tinggi penyelenggara .       Masalah nominal dana pendidikan  ini bergerak dalam dua jalur, masing-masing adalah selisih pembayaran yang tinggi antara PTN dan PTS serta bervareasinya nominal pembayaran pada PTS itu sendiri.
Copyrights © 1985