ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
1987: HARIAN SUARA KARYA

MELIBATKAN "EMPU" DALAM MUATAN LOKAL

Supriyoko, Ki (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2010

Abstract

       Adu argumentasi atau semacam polemik yang pernah terjadi tentang sudah perlu atau belumnya kurikulum SD diberi muatan lokal segera berakhir, karena nampaknya muatan lokal benar-benar akan segera direalisasikan dan diintegrasikan kedalam kurikulum.        Pada saat memberikan sambutan pengarahannya dalam pembukaan rapat kerja nasional (Rakernas) Depdikbud tgl 12 Juli 1987 yang lalu Mendikbud, Prof. Fuad Hassan mengemukakan bahwa di dalam perjalanan Pelita V nantinya pelaksanaan kurikulum "Muatan Lokal" pada jenjang SD sudah mendapatkan polanya yang lebih mantap dan efektif untuk mencapai tujuannya.        Lebih lanjut Mendikbud mengemukakan bahwa pendidikan hendaknya jangan sampai membuat si anak didik terasing dari lingkungannya. Oleh karena itu sejak anak memasuki pendidikan dasar perlu dikenalkan dengan berbagai hal khas atau karakteristik daerahnya. Hal ini bukan saja terdiri dari berbagai keterampilan dan kerajinan tradisional, tetapi juga berbagai manifestasi kebudayaan daerah; seperti bahasa, tulisan daerah, legenda dan adat istiadat. Untuk kepentingan inilah amaka muatan lokal perlu dimasukkan dalam kurikulum.        Sebaliknya apabila daerah memiliki karakteristik atau kekhasan daerah yang sangat "padat", maka bisa saja beban muatan lokal dibuat lebih dari 20% terhadap beban kurikulum; hanya saja kelebihannya ini hendaknya bersifat ekstra-kurikuler.

Copyrights © 1987