Anda mempunyai ide usaha yang bagus, tetapi tidak punya modal, maka Anda masih dapat memulai usaha dengan kerjasama modal atau modal milik orang lain. Anda mempunyai kawan yang dekat atau relasi yang dekat yang percaya kepada Anda, maka Anda dapat menghubungi mereka dan meyakinkan mereka untuk mendapatkan dukungan modal. Keuntungan dari usaha tersebut dapat dibagi dua atau sesuai dengan perjanjian. Semakin Anda libatkan mereka, semakin besar pula tingkat kepercayaan kepada Anda, yang berarti pula semakin besar modal yang ditanamkan pada usaha yang Anda rintis bersama mereka.Untuk melakukan strategi ini, Anda mulai dari orang paling dekat dan dan yang paling percaya kepada Anda. Setelah itu baru kepada orang yang lebih jauh atau yang relatif kurang percaya kepada Anda. Kejujuran merupakan hal paling utama dalam memulai usaha dengan kerjasama modal. Keterbukaan dan keadilan harus dijunjung tinggi agar mereka percaya kepada Anda. Kepercayaan yang mereka berikan kepada Anda, ibarat mereka menabung. Dari sedikit demi sedikit lama-lama tabungan akan menjadi besar. Demikian halnya kepercayaan, sedikit demi sedikit semakin percaya kepada Anda. Anda dapat memulai bisnis dari uang kepunyaan orang lain. Abed Halim Sinai atau yang nama kecilnya âAwingâ menggunakan cara itu. Awing adalah aktivis Pemuda Muhammadiyah, drop out dari Perguruan Tinggi Agama Islam yang giat mencari dana untuk yatim piatu. Untuk mencari dana tersebut Awing berjualan keset, sandal dan kerajinan tangan. Pengalaman berjualan itu mengasah kreatifitasnya sehingga mempunyai ide untuk mengubah cara orang Gresik membuat dan memasarkan songkok. Perbuatan mulia yang dilakukan Awing membuat Haji Anwar bersimpati. Ia mendapat modal dari pengusaha Gresik terkenal, Haji Anwar senilai Rp. 1 juata pada 1986. Berbekal Modal dari Haji Anwar tersebut, Awing mencoba membuat songkok yang dapat memperbaiki kelemahan dari songkok yang ada,yaitu bahan dasarnya dari kertas karton yang melingkari kepala, lalu dibalut dengan bahan beludru hitam dan dijahit hingga menjadi kopiah. âTetapi justru itulah titik lemahnyaâ kata Awing. Awing mencoba membuat kopiah yang kualitas bahan bakunya lebih baik, motif jahitannya lebih rapi dan beludrunya lebih halus. Dengan cara tersebut Awing dapat menjual kopiahnya seharga Rp.40.000,- ketika itu. Kreatifitas Awing tercermin dari produk yang dihasilkan, mulai dari songkok âber-ACâ, songkok tahan air, songkok âGusâ, dan songkok berwarna merah, biru, kuning dan hijau. Songkok ber-AC, idenya berawal dari keluhan Bupati Gresik, ketika ketemu anggota DPRD membuka songkok, lalu mengibas-ngibaskan songkoknya karena merasa kepanasan. Songkok ber-AC buatan Awing ini, bagian ujung depan dan belakang atap kopiah ada ventilasinya dengan memasang kain kasa. Sedangkan songkok tahan air untuk mengatasi kalau hujan sewaktu pulang dari masjid. Songkok âGusâ dibidikkan untuk para kiai dan songkok berwarna merah, biru, kuning dan hijau diperuntukkan partai. Dalam memasarkan songkok, Awing menggunakan pembungkus karton bertuliskan âdijahit dengan mesin berkomputerâ. Awing tidak melupakan Haji Anwar yang memodali pertama kalinya. Ia tetap kerjasama dengan Haji Anwar untuk membuka kantor pemasaran di Jakarta, Semarang dan Ujung Pandang. Strategi pemasaran yang handal, mengakibatkan ia dapat melijitkan asetnya ketika itu menjadi sekitar Rp. 6 milyar dan merangkul sekitar 400 perajin. Awing memulai bisnis dengan modal milik orang lain.
Copyrights © 2005