Osteosarkoma merupakan salah satu jenis kanker yang umum menyerang remaja dan mampu memicu malnutrisi sebagai akibat dari perubahan intake makanan. Oleh karena itu, pemberian asuhan gizi yang tepat untuk meminimalisasi defisiensi dan keparahan perlu dilakukan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui implementasi proses asuhan gizi terstandar pasien. Studi kasus dilaksanakan pada 26 s.d. 28 Oktober 2023 di Instalasi Rawat Inap Anak RS X Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan pengecekan rekam medis. Proses asuhan gizi yang dilaksanakan meliputi asesmen gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi, dan monitoring serta evaluasi gizi. Asesmen gizi yang dilakukan meliputi pemeriksaan antropometri, pemeriksaan biokimia (berdasarkan hasil rekam medis pasien), pemeriksaan fisik/klinis (berdasarkan hasil rekam medis pasien dan observasi), dan pemeriksaan asupan makanan. Hasil observasi terhadap antropometri dan biokimia tidak menunjukkan adanya perubahan, hasil observasi terhadap kondisi fisik/klinis menunjukkan indikator adanya anemia dan munculnya efek samping akibat kemoterapi berupa mual. Sementara hasil observasi terhadap asupan gizi menunjukkan bahwa terapi diet tinggi energi tinggi protein (TETP) melalui pemberian makanan utama 1700 kkal dan full cream milk dengan frekuensi yaitu 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan selingan mampu memperbaiki asupan makan pasien meskipun cenderung fluktuatif akibat efek samping kemoterapi. Oleh karena itu, pemberian terapi diet tinggi energi tinggi protein (TETP) pada pasien osteosarkoma on kemoterapi, moderate malnutrition, dan anemia mikrositik hipokromik dapat dilanjutkan seiring dengan pemberian edukasi lebih lanjut sebagai upaya untuk menjaga asupan harian agar tetap terpenuhi.
Copyrights © 2024