Angka kanker serviks di Indonesia adalah sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Di Sumatera Barat terdapat 61 perempuan mengidap kanker serviks dan 358 orang dinyatakan positif IVA dengan Kota Padang sejumlah 184 orang. Untuk mencegah penyakit tersebut pemerintah mencanangkan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA dan menargetkan 50% dari Wanita Usia Subur. Cakupan IVA di Kota Padang adalah sebesar 18 % dari target 50 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA di Puskesmas Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah informan adalah 27 orang. Analisis data dilakukan dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kebijakan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA belum berjalan dengan maksimal. Kebijakan yang ada belum maksimal terlaksana karena hanya sebatas surat edaran dari Walikota, tenaga pelaksana yang masih terbatas tidak sesuai dengan aturan yang ditentukan, selain itu tidak adanya alokasi dana khusus yang diberikan untuk pengembangan program dan masih kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat. Saran bagi instansi terkait yaitu melakukan pelatihan kembali dan menambah jumlah tenaga yang terlatih agar pelaksanaan lebih optimal serta melakukanevaluasi untuk meningkatkan pencapaian program
Copyrights © 2024