Pelayanan kefarmasian di rumah sakit merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi pada pelayanan pasien, penyediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP. SDM Kesehatan merupakan faktor penting untuk menjamin pelayanan yang tepat dan menempati posisi pekerjaan yang sesuai. Ketidaksesuaian dapat disebabkan distribusi staf yang masih belum mengacu pada kebutuhan nyata. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan yang tepat terhadap tenaga kefarmasian di Instalasi Farmasi RSUD Datoe Binangkang Kabupaten Bolaang Mongondow dengan metode penelitian yaitu WISN (Workload Indicators Staffing Need) adalah metode untuk menghitung kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja. Hasil penelitian diperoleh jumlah total kebutuhan SDM sebesar 1,641 atau = 2. Jumlah kebutuhan yang tepat yaitu sebanyak 2 orang tenaga kefarmasian, sedangkan tenaga yang ada sebanyak 11 orang tenaga kefarmasian maka terdapat kelebihan tenaga yaitu sebanyak 9 orang tenaga kefarmasian dan diperoleh rasio WISN sebesar 5,5 (1) artinya jumlah tenaga berlebih atau overstaffing.
Copyrights © 2024