Angka penduduk miskin di Indonesia masih tinggi. Akibat dari tingginya angka kemiskinan menyebabkan terjadi kesenjangan sosial, utamanya di kota besar, yang akhirnya menimbulkan permasalahan baru dimana keluarga miskin banyak mengorbankan anak-anak mereka untuk bekerja di jalanan padahal mereka masih belum cukup usia untuk bekerja dan masih dalam tahap remaja dimana membutuhkan asupan gizi yang seimbang sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh agar menjadi pribadi dewasa yang sehat. Tujuan penelitian iniĀ untuk menganalisis hubungan ketahanan pangan dan keragaman pangan dengan status gizi pada anak jalanan di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan didapatkan sebanyak 60 anak jalanan berusia 10-18 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran antropometri secara langsung untuk mengukur status gizi, serta wawancara menggunakan kuesioner HFIAS dan food recall 1x24 jam yang kemudian skor keragaman pangan dilihat berdasarkan jenis pangan pada IDDS. Analisis korelasi menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara ketahanan pangan (p-value=0.003, r=0.381), dan keragaman pangan (p-value=0.047, r=0.257) dengan status gizi pada anak jalanan di Kota Surabaya. Simpulan dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia anak jalanan adalah 12 tahun, 40% anak jalanan mengalami status gizi kurang, mayoritas memiliki skor keragaman pangan rendah serta hampir semua anak jalanan mengalami rawan pangan.
Copyrights © 2024