Limbah kulit durian dan kayu merupakan material yang mempunyai potensi untuk meningkatkan perekonomian lokal dan mengurangi limbah menjadi zero waste. Kapasitas limbah ini akan menjadi tinggi ketika adanya musim durian. Pengurangan zero waste merupakan tugas semua pihak dalam menerapkan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 yaitu fokus pada pengurangan zero waste, menghasilkan produk yang ramah lingkungan dan memastikan pola konsumsi yang berkelanjutan secara global. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendampingi mitra dalam mengolah limbah menjadi meja-kursi mozaik (D’Chan Chair) berestetika tinggi untuk meningkatkan reputasi mitra. Metode Pelaksanaan terdiri dari tiga tahapan yaitu (1). Pertama, terdiri dari analisis situasi, permasalahan, focus group discussion, (2). Kedua, berkaitan dengan proses produksi dengan urutan proses mulai dari pemisahan kulit durian sampai proses finishing kursi, dan (3) Ketiga, berhubungan dengan monitoring dan keberlanjutan. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini berupa D’Chan Chair dengan ukuran meja 80cmx40cmx80cm (panjang mozaik kulit durian=70 cm). Sedangkan ukuran kursinya adalah 40cmx27cmx45cm. D’Chan chair telah mendapatkan pengakuan hak cipta tentang seni motif dari Direktorat Jenderal dan Kekayaan Intelektual. Target luaran adalah peningkatan skill mitra dengan status tercapai, adanya peningkatan kesejahteraan mitra dengan status tercapai.
Copyrights © 2025