Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pesantren yang mengembangkan kekuatan ekonomi internal untuk tetap eksis dan membiayai penyelenggaraan pendidikannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian interdisipliner. Penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif Miles and Huberman pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing/veriffication). Upaya-upaya pesantren dalam mengembangkan kekuatan ekonominya pada tataran tertentu memungkinkan pesantren membiaya penyelenggaraan pendidikan secara mandiri, dengan tidak menggantungkan diri pada pihak pemerintah. Hal itulah yang secara langsung memberikan kekuatan kepada pesantren untuk tetap mempertahankan kemandirinya terutama sekali dalam bidang ekonomi. Sebagai lembaga pendidikan nonformal, pesantren perlu memikirkan sumber-sumber pembiayaan bagi pengembangan lembaga tersebut. Pengembangan kekuatan ekonomi pesantren misalnya dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, berupa: enje mart (mini market), pertanian, toko bangunan, konveksi, dan percetakan. dalam hal implementasi atau pengelolan pembiayaan untuk kemandirian pesantren, pendapatan atau profit yang diterima dari unit-unit usaha ini tidak di khususkan untuk membiayai suatu kebutuhan tertentu. Hasil/pendapatan yang diperoleh dari keempat usaha miliki pesantren ini bergerak untuk pemenuhan kebutuhan pesantren. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, pesantren semakin kreatif dan berinovasi menuju kemandiriannya. Salah satu bentuk kemandirian yang ditunjukkkan oleh pondok pesantren Nurul Jadid yaitu dengan mendirikan badan-badan usaha yang dikelola secara mandiri oleh santri, pengasuh, dan masyarakat.
Copyrights © 2025