Artikel ini membahas penerapan pendekatan eksistensialis Martin Heidegger dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menghadapi tantangan di era modern. Berdasarkan pemikiran Heidegger tentang "Dasein" atau eksistensi manusia, eksistensialisme menekankan pentingnya kebebasan individu, tanggung jawab, dan pencarian makna hidup yang autentik. Dalam konteks PAI, prinsip-prinsip tersebut relevan untuk mengembangkan karakter siswa berdasarkan nilai-nilai Islam. Pendekatan ini mampu menanggapi krisis identitas dan dampak sekularisasi yang mengancam generasi muda. Melalui kajian pustaka, penelitian ini menganalisis relevansi eksistensialisme dalam memperkaya metodologi PAI, khususnya melalui pembelajaran reflektif dan eksperiensial. Implikasi praktis yang diusulkan meliputi peran guru sebagai fasilitator, pembelajaran berbasis refleksi, dan pengembangan kesadaran diri siswa sebagai individu yang unik. Diharapkan pendekatan ini dapat memperdalam pemahaman spiritual dan membantu siswa menemukan tujuan hidup yang sejalan dengan ajaran Islam.
Copyrights © 2024